Jumat, 05 April 2019







Sekecil apapupun, lakukanlah kontribusi untuk kampusmu

Berbekal bahasa inggris yang ala kadar, cari kegiatan di luar dari tugas kampus, kegiatan komunitas dan menulis. Inilah kegiatan berkesan di bulan kedua di Surabaya. 

Bulan kedua menjalani kehidupan sebagai mahasiswi Unair. Aku yang sebelumnya berperan sebagai perempuan yang banyak aktifitas dan sekarang menjadi kurang aktifitas alias aktifitas disibukkan dengan menulis aja kadang buat rindu masa-masa mengajar. Tapi sebenarnya semua kembali ke kita bagaimana mensyukuri pilihan yang sudah dibuat.

Oke, jadi di bulan kedua ini aktifitasku sedikit ada yang berbeda. Sudah dari Desember tahun lalu Unair sedang persiapan untuk mengikuti penilaian akreditasi internasional dari ASIC (Accreditation Service for International Schools, Colleges, and Universities. Ya sebagai kampus yang bercita-cita menjadi Top 500 kampus di dunia, tentu Unair akan terus meningkatkan kualitas kampus baik secara akademisi maupun non akademisi. Jadi ASIC ini menilai kualitas perguruan tinggi secara layanan penggunanya, infrastruktur, dan sarana prasarana kampus.

Nah dalam kesempatan yang luar biasa ini, aku ikut serta menjadi perwakilan mahasiswa pascasarjana yang akan berdialog bersama pihak ASIC.  Aku bersama Nisa’atin, Faiz, Laurent dan Silais menjadi perwakilan dari mahasiswa pasca semester genap. Moment ini jadi kesempatan untuk bisa mengenal kampus dengan lebih luas lagi. Beberapa perwakilan dari mahasiswa pasca ada yang lulusan sarjana Unair juga, jadi mereka yang mengenalkan ke kami mengenai kampus terkhsusus FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lebih kurang dua minggu waktu persiapan dari kami perwakilan mahasiswa. Persiapan tidak terlalu banyak dan terpenting adalah kemampuan bahasa inggris. Jadi dengan bahasa inggrisku yang pas-pasan ini, aku sedikit ekstra latihan bahasa di kos supaya tidak terlalu mempermalukan Unair ketika berdialog. Sekalipun ketika berdialog aku hanya berbicara sekali karena senior-senior pasca yang lain lebih mengenal Unair dan mereka bersemangat menceritakan pengalaman mereka selama di kampus.



http://news.unair.ac.id/2019/04/02/penutupan-akreditasi-asic-rektor-akreditasi-bertujuan-meningkatkan-mutu-kampus/
Doc. Unairnews

29 Maret 2019 giliran FISIP terkhusus Departemen Komunikasi yang akan di datangi. Tim ASIC, Lee Hammond selaku CEO dan Graeme Ronald tim assesor ASIC, sudah tiba di kampus sedari tanggal 25 Maret dan disambut langsung oleh Rektor Unair Prof. Nasih, beritanya bisa dibaca di sini Unair news . Untuk prodi di FISIP yang mengikuti ASIC kali ini bukan hanya dari Departemen Komunikasi namun juga dari jurusan lainnya. 14 prodi yang ada di FISIP ikut serta dalam assesor international kali ini.

Dialog bersama tim ASIC, Lee Hammond, berlangsung lebih kurang 60 menit di ruang Adi Sukadana. Awalnya aku dan teman-teman telihat tegang karena bingung akan menjawab apa. Tapi ternyata dialog berlangsung asik dan seru. Bahkan Lee Homand bercerita mengenai kehidupannya di UK dan menceritakan kehidupan anaknya. Ya terasa seperti cerita sehari-hari aja bukan seperti wawancara kampus. Tapi kami tetap memberikan jawaban sebaik mungkin bahwa Unair memang layak mendapatkan assesor kenyamanan lingkungan kampus, karena bagiku kampusnya memang nyaman. Next aku akan share mengenai fasilitas di FISIP Unair. 

Well, semuanya berjalan lancar dan semoga Departemen Komunikasi bisa mendapatkan akreditasi international dari ASIC.
Jadi di bulan selanjutnya akan ikut kegiatan apalagi?


Pejuang Scopus











Ceritanya Nisa . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates