Setelah memutuskan resign dari pekerjaanku sebagai tutor (yang sebenarnya gak ada nyambung dengan pendidikan terahirku), aku mulai mendaftarkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke pascasarjana. Kampus mana?? Kampus mana aja yang penting bersedia menerimaku sebagai mahasiswanya. Hihihiii


Ini terjadi sekitar bulan Oktober 2018. Targetku adalah masuk sepuluh besar kampus TOP di Indonesia. Kenapa? Ya setiap kita pasti memiliki target masing-masing soal pendidikan. Kalau merantau lebih jauh lagi dari rumah bisa membuat kamu belajar banyak hal kenapa tidak kan.
Waktu itu, beberapa kampus mulai membuka pendaftaran untuk seleksi masuk Pascasarjana. Dan Unair adalah salah satu kampus yang membuka kelas di semester genap untuk jurusanku. Orangtua sudah setuju untuk aku melanjutkan kuliah lagi, maka bismillah pertempuran dimulai.
Ujian pascarsarjana mah pasti lulus
Kata siapa?? Hehehe sekalipun ini adalah seleksi pascasarjana peminatan calon mahasiswa sangat banyak sementara penerimaan di setiap kampus memiliki kuota yang berbeda. Ya mungkin memang tidak sesulit dan pesaingnya sebanyak kita mengikuti seleksi perguruan tinggi di jenjang sarjana. Dan aku mengikuti PPMB Unair ini adalah setelah tidak lolos di seleksi pascasarjana di kampus sebelumnya.
Mengenai info pendaftaran PPMB bisa dilihat di website ppmb.unair.ac.id

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pendaftaran? Oke yang pertama aku menyiapkan beberapa berkas pribadiku yang sudah discan dalam format PDF. Diantaranya

1.       Identitas diri

2.       Pas poto,
3.       Ijazah,
4.      Surat akreditasi kampus ( ketika itu aku menggunakan surat keterangan jurusan sedang dalam proses pengakreditasian,
5.      Bagi PNS atau pekerja swasta atau berstatus sebagai pekerja aktif melampirkan surat ijin atasan
6.       Surat keterangan sehat dari dokter
7.    Memiliki sertifikat TPA Bappenas >45O ( kalau tidak ada juga gak apa, karena nanti akan tes TPA kembali pada hari seleksi masuk
8.   Memiliki sertifikat bahasa TOEFL/ IELTS >45O ( aku melampirkan sertifikat TOEFL namun tetap mengikuti tes seleksi masuk 

Setelah semua berkas disiapkan saatnya mendaftarkan diri. Pendaftaran bisa dilakukan di website pendaftaran.unair.ac.id dan mengenai info seleksi masuk bisa dicek di ppmb.unair.ac.id 



Prosedure untuk pendaftaran juga mudah dan jelas. Oh ya satu lagi, tapi ini kembali menjadi persyaratan dari masing-masing fakultas atau jurusan. Untuk di jurusanku, ada tambahan persyaratan yakni menyiapkan rancangan proposal tesis yang ini akan menjadi salah satu syarat kelulusan administrasi dan akan dibahas pada saat ujian wawancara.
Selain berkas pribadi yang harus disiapkan, Unair juga memiliki beberapa surat pernyataan yang harus kita tanda tangani dan setujui. File surat pernyataan ada di website ppmb.unair.ac.id.

Ujian wawancara di Unair dilakukan di hari yang sama setelah ujian tertulis. Namun untuk saat ini ppmb Unair sudah menggunakan sistem CAT dalam seleksi TPA dan Bahasa. Ini menurut cerita teman-temanku yang mengikuti seleksi Unair belum lama ini.

Setelah semua berkas persyaratan aku submit, tinggal menunggu balasan verifikasi untuk pembayaran uang pendaftaran ujian. Untuk Unair pendaftaran untuk pascasarjana jurusan sosial  sebesar Rp. 750.000,-. Setelah pembayaran selesai dan terverifikasi oleh sistem Unair kartu ujianpun kita terima dan waktunya mempersiapkan diri. 

(doc. Ceritanya Nisa)

Dimana pun kita mengikuti ujian seleksi pascasarjana (untuk dalam negeri ya  pasti jenis ujiannya adalah TPA dan bahasa)
. Jadi apa yang aku persiapkan?
Jujur untuk seleksi Unair aku belajar dan mempersiapkannya sedang sewajarnya aja. Bukan aku tidak percaya dengan istilah kalau sungguh-sungguh usahanya maka kita akan membuahkan hasil yang bagus. Mau sebesar apapun kita berusaha kalau Tuhan belum meletakkan suatu hal itu sebagai rejeki kita, ya akan sulit kita capaikan. ( belajar dari pengalamana sebelumnya). 

Biarlah sedikit asal rutin. Sempatkan untuk membaca dan latihan soal soal mengenai TPA atau Toefl setiap harinya. Meskipun hanya 30 menit sampai 1 jam tapi itu cukup efektif untuk tetap membuat kita mengingat dan mengasah kemampuan kita.

Hari ujian tiba. Ketika itu aku berdomisili di Jakarta dan sedang mengikuti program magang dari Semua Murid Semua Guru. Berangkat sendiri dan ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di kota Surabaya. Belum pernah terbayang akan berkunjung ke Surabaya apalgi untuk tinggal di Surabaya. Tapi ya semuanya dimulai dengan Bismillah ya semoga hasilnya juga baik.

Cek ruangan ujian sebelum masuk kelas ya. (Doc. Ceritanya Nisa

Pada saat hari ujian seleksi, cukup banyak calon mahasiswa yang mengikuti ujian ppmb kali ini terkhusus untuk jurusan seputaran Hukum. Beberapa kali bertemu teman baru dan berkenalan mereka memperkenalkan diri untuk menjadi calon mahasiswa Hukum. 

Sebelum masuk ruangan Bismillah dan serahkan semuanya ke Tuhan, kamu sudah berusaha dengan belajar dan sekarang saatnya pembuktiannya.

Ujian berlangsung hingga pukul 10.00 (kalau tidak salah) kemudian dilanjutkan dengan ujian wawancara. Ketika ujian wawancara akhirnya aku bertemu dengan teman-teman calonn mahasiswa untuk jurusan yang sama. Gugup?? Jangan ditanya lagi, gugup banget tapi coba tetap santai dan percaya dengan kemampuan. Saat wawancara ini adalah waktunya kamu menunjukkan keseriusan kamu untuk berkuliah di kampus ini, tapi jangan terlalu menyombongkan diri. Dengan urutan wawancara ke tiga maka aku masuk ke ruangan wawancara.
“ Aku berharap kali ini rejekiku”
Untuk wawancara waktunya berbeda-beda. Teman teman sebelumku bisa diwawancara sekitar 20-30 menit dan aku hanya di dalam ruangan selama 15 menit. Aku jadi mikir yang gak enak karena aku hanya wawancara sebentar sementara teman yang lain lama. Positif thinking aja lagi.

Semua tahapan ujian seleksi selesai dan waktunya menunggu hasil. Pengumuman hasil kelulusan di umumkan di ppmb.unair.ac.id satu bulan setelah hari ujian. Dan memang usaha tidak mengkhianati hasil kalau itu memang rejeki kita ya jadilah ia rejeki kita.
"Unair aku datang"
Hasil seleksi Pascasarjana Unair